BERGERAKLAH TUNAS BANGSA, JANGAN HANYA DIAM !
Ya kontribusi mu sebagai pemuda bangsa, bergeraklah,
berkaryalah, berinovasilah untuk terus maju. Selalu menyebarkan hal-hal
positif disekitar mu, mulailah merangkai karya-karya indah yang
bermanfaat untuk banyak orang.
Manusia yang paling mulia adalah manusia yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Ya kan ?
Manusia yang paling mulia adalah manusia yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Ya kan ?
Bergeraklah tunas bangsa, gunakan ideologi, gagasan dan
pikiran mu jangan batasi potensi dirimu. Pengorbanan orang sukses adalah
menunda kesenangan, selalu sabar dan peduli sesama. Waktu terbaik
adalah saat ini, kekalahan terbesar adalah menunda.
Mulailah melangkah di masa muda, perlu disadari bahwa umur
produktif manusia cuma 1/3 dari umur hidupnya. Contoh umur kita 60
tahun, dipotong dengan waktu tidur yang rata-rata orang 8 jam/hari
artinya kita sudah menghabiskan waktu 20 tahun untuk tidur, dipotong
waktu sebelum baligh 15 tahun, waktu ke kamar mandi, makan, dan
lain-lain dihitung-hitung mungkin sudah menghabiskan waktu 5 tahun. Jadi
waktu kita dalam beribadah dan berkarya cuma 20 tahun. Itupun kalau
usia kita sampai 60 tahun, bagaimana kalau kurang ?
Sayang sekali jika pemuda yang merupakan tunas bangsa hanya menghabiskan waktu nya untuk jalan-jalan, berfoya-foya, menonton TV, dan galau. Maka kita sangatlah rugi !
Sedangkan di Indonesia usia produktif itu dimulai dari usia
15-45 tahun dimana manusia sudah matang secara fisik dan biologis, usia
inilah manusia sedang berada pada puncak aktivitasnya yang seharusnya
benar-benar dimanfaatkan.
Menurut Sara Johnson, asisten profesor di sekolah Jhons Hopkins Bloomberg of Public Healt " Otak terus berubah sepanjang waktu, tapi ada lompatan besar dalam perkembangannya ketika memasuki masa remaja ".
Psikolog dari University of Texas (UT) Profesor Thomas Coyle dan beberapa rekannya juga mengatakan hal yang sama, "Kecerdasan seseorang lebih cepat berkembang ketika mereka menginjak usia remaja" dikutip dari softpedia, Rabu/28/9/2011.
Meningkatnya sambungan syaraf, otak remaja menjadi efektif dalam mengelola informasi.
Pada dasarnya setiap orang bisa menjadi jenius. Otak kita
mempunyai potensi yang sama seperti Albert Eistein, memiliki kapasitas
yang sama dengan BJ. Habibie, Bill Gates dan orang-orang pintar sedunia,
yang membedakan adalah cara memakainya.
Kemalasan belajar dan keragu-raguan dalam bertindak merupakan salah satu faktornya.
Kemalasan belajar dan keragu-raguan dalam bertindak merupakan salah satu faktornya.
Berikut faktor yang mempengaruhi keinginan untuk belajar dan
berkarya antara lain :
1. Minat dan motivasi
Minat dapat timbul karena keinginan dari dalam hati yang merupakan modal untuk mencapai suatu tujuan.
Motivasi adalah dorongan untuk melakukan tindakan agar tercapai suatu tujuan atau sesuatu yang lebih besar dibalik suatu keinginan.
2. Intelegensi dan bakat
Seseorang yg memiliki intelegensi yang tinggi umumnya mudah belajar & hasilnya pun baik.
Sebaiknya tentukan passion mu dari sekarang.
Seseorang yg memiliki intelegensi yang tinggi umumnya mudah belajar & hasilnya pun baik.
Sebaiknya tentukan passion mu dari sekarang.
3. Cara belajar seseorang juga mempengaruhi keinginan untuk belajar.
Tapi intelegensi bukan segalanya, yang terpenting adalah niat ! Ya keinginan untuk belajar.
Masa produktif remaja bukan sekedar perkembangan pada otak,
tapi begitu juga dengan fisik. Masa muda adalah fisik terkuat dari
hidup manusia.
Menurut Dr. Jeffrey Morrison ahli gizi New York, "Ekstrogen meningkat, artinya kadar lemak pada tubuh juga mengalami peningkatan".
Disisi lain kemampuan mitokondria yg bertugas mengubah glukosa menjadi energi justru semakin menurun.
Menurut sajoto (1995:8) "Kondisi fisik adalah suatu kesatuan yg utuh dari komponen-komponen yg tidak dapat dipisahkan begitu saja, baik peningkatan maupun pemeliharaannya. Aktivitas fisik remaja sampai dewasa meningkat sampai mencapai maksimal pada usia 25-30 tahun, kemudian akan terjadi penurunan kapasitas fungsional dari seluruh tubuh kira-kira sebesar 0,8-1% per tahun".
Jangan sudah tua baru berkarya, masa muda cuma sekali, belajar dan berkaryalah mulai sekarang. Kalau bukan kita siapa lagi ? Kalau bukan sekarang kapan lagi ?
halo ! artikelnya bagus, cuman ada saran nih argumen kamu lebih di "panassin" lagi gitu hehehe terus berkarya ran ! :)
BalasHapustrimakasih masukannya. :)
Hapus