INDAHNYA INDONESIA
Indonesia yang merupakan negara kita tercinta terdiri dari
ribuan pulau yang saling sambung-menyambung. Tentu tidak mengherankan
jika memiliki ribuan suku, adat-istiadat, budaya, dan bahasa yang
berbeda. Salah satunya adalah budaya batik.
Secara historis batik berasal dari
zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis
pada daun lontar, saat itu batik masih didominasi dengan bentuk
binatang dan tanaman seiring perkembangan zaman batik mulai berubah
menjadi bentuk-bentuk abstrak dan relif-relif kuno.
Di Indonesia batik berawal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga sekarang. Dulu batik yang dihasilkan semuanya adalah batik tulis yang dibuat dari kain tenun dan bahan pewarna yang digunakan terdiri dari tumbuh-tumbuhan Indonesia, seperti mangkudu, tinggi soda, nila dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.
Awalnya secara khusus batik berkembang di pulau Jawa dan
meluas di Indonesia setelah akhir abad ke- XVIII atau awal abad ke-
XIX. Pada zaman itu batik dibuat untuk para raja dan pembesar kraton,
tapi karena banyak pembesar yang tinggal diluar kraton, akhirnya batik
berkembang juga dikalangan masyarakat.
Salah satu ciri khas batik adalah cara penggambaran motif
pada kain ialah melalui proses pemalaman yaitu menggoreskan cairan lilin
yang ditempatkan pada wadah yang bernama canting dan cap.
Secara etimologi kata batik berasal dari bahasa Jawa yaitu "Tik" yang berarti titik / matik ( kata kerja membuat titik ) yang kemudian berkembang menjadi istilah " Batik ".
Secara etimologi kata batik berasal dari bahasa Jawa yaitu "Tik" yang berarti titik / matik ( kata kerja membuat titik ) yang kemudian berkembang menjadi istilah " Batik ".
Tapi menurut pendapat KRT. DR. HC
Kalinggo Hangopuro (2002, 1-2) dalam buku Bathik sebagai Busana Tatanan
dan Tuntunan menuliskan bahwa, para penulis terdahulu menggunakan
istilah batik sebenarnya tidak ditulis dengan kata "Batik" tetapi
seharusny "Bathik", hal ini mengacu pada huruf "Tha" bukan "Ta" dan
pemakaian bathik sebagai rangkaian dari titik adalah kurang tepat.
Berdasarkan etimologis tersebut sebenarnya bathik identik dikaitkan
dengan suatu teknik ( proses ) dari mulai penggambaran motif hingga
pelorodan.
Batik merupakan budaya Indonesia yang memiliki keunikan
tersendiri karena benar-benar mirip dengan slogan negara kita "Bhineka
Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu jua".
Kenapa ? Karena batik
pun memiliki ragam variasi dari bentuk, ciri khas, ukiran motif dan gaya
yang berbeda di setiap daerah tapi tetap memakai proses / cara
pembuatan yang sama sehingga tetap bernama batik walaupun dengan hasil
yang berbeda.
Pasang surut perkembangan batik di Pekalongan membuat
Pekalongan sebagai ikon bagi perkembangan batik nusantara, oleh karena
itu Pekalongan dikenal sebagai kota batik.
Batik dinilai sebagai identitas bangsa Indonesia karena memiliki banyak simbol yang berkaitan erat dengan status kebudayaan lokal, alam dan sejarah inilah akhirnya pada tanggal 2 oktober 2009 badan PBB menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Notabendawi ( Master pieces of the oral and Intangible Heritage of Humanity ).
" Tanggal 2 Oktober 2009 UNESCO mengakui batik sebagai warisan dunia, ini hal yang harus disyukuri " ujar Prayogo kurator dari Museum Batik Yogyakarta saat dihubungi ROL, Selasa (2/10). Bahkan menurut wikipedia, UNESCO menetapkannya sebagai hari batik sedunia.
Oleh karena itu sebagai warga Indonesia kita harus
melestarikan budaya bangsa kita sendiri, jangan sampai dimakan oleh
waktu dan perkembangan zaman atau bahkan sampai diambil alih negara
tetangga. Kita masih bisa tetap modis dengan budaya lokal, khas
Indonesia gaya paris.
Bukan cuma batik, tapi budaya lainnya juga perlu
kita lestarikan seperti Songket Palembang, Tapis dari Lampung dan
tenunan-tenunan daerah lainnya.
Indonesia memiliki banyak karya namun
terkadang kita lebih suka melihat "Rumput tetangga".
Padahal Bangsa yang besar adalah Bangsa yang bisa menghargai Bangsanya sendiri.
Padahal Bangsa yang besar adalah Bangsa yang bisa menghargai Bangsanya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar