Jumat, 23 Oktober 2015

Batik Aset Negara

INDAHNYA INDONESIA 


Indonesia yang merupakan negara kita tercinta terdiri dari ribuan pulau yang saling sambung-menyambung. Tentu tidak mengherankan jika memiliki ribuan suku, adat-istiadat, budaya, dan bahasa yang berbeda. Salah satunya adalah budaya batik.

Secara historis batik berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar, saat itu batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman seiring perkembangan zaman batik mulai berubah menjadi bentuk-bentuk abstrak dan relif-relif kuno.

Di Indonesia batik berawal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga sekarang. Dulu batik yang dihasilkan semuanya adalah batik tulis yang dibuat dari kain tenun dan bahan pewarna yang digunakan terdiri dari tumbuh-tumbuhan Indonesia, seperti mangkudu, tinggi soda, nila dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.
Awalnya secara khusus batik berkembang di pulau Jawa dan meluas di Indonesia setelah akhir abad ke-  XVIII atau awal abad ke- XIX. Pada zaman itu batik dibuat untuk para raja dan pembesar kraton, tapi karena banyak pembesar yang tinggal diluar kraton, akhirnya batik berkembang juga dikalangan masyarakat.

Salah satu ciri khas batik adalah cara penggambaran motif pada kain ialah melalui proses pemalaman yaitu menggoreskan cairan lilin yang ditempatkan pada wadah yang bernama canting dan cap.
Secara etimologi kata batik berasal dari bahasa Jawa yaitu "Tik" yang berarti titik / matik ( kata kerja membuat titik ) yang kemudian berkembang menjadi istilah " Batik ".
Tapi menurut pendapat KRT. DR. HC Kalinggo Hangopuro (2002, 1-2) dalam buku Bathik sebagai Busana Tatanan dan Tuntunan menuliskan bahwa, para penulis terdahulu menggunakan istilah batik sebenarnya tidak ditulis dengan kata "Batik" tetapi seharusny "Bathik", hal ini mengacu pada huruf "Tha" bukan "Ta" dan pemakaian bathik sebagai rangkaian dari titik adalah kurang tepat. Berdasarkan etimologis tersebut sebenarnya bathik identik dikaitkan dengan suatu teknik ( proses ) dari mulai penggambaran motif hingga pelorodan.

Batik merupakan budaya Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri karena benar-benar mirip dengan slogan negara kita "Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu jua".
 Kenapa ? Karena batik pun memiliki ragam variasi dari bentuk, ciri khas, ukiran motif dan gaya yang berbeda di setiap daerah tapi tetap memakai proses / cara pembuatan yang sama sehingga tetap bernama batik walaupun dengan hasil yang berbeda.

Pasang surut perkembangan batik di Pekalongan membuat Pekalongan sebagai ikon bagi perkembangan batik nusantara, oleh karena itu Pekalongan dikenal sebagai kota batik.

Batik dinilai sebagai identitas bangsa Indonesia karena memiliki banyak simbol yang berkaitan erat dengan status kebudayaan lokal, alam dan sejarah inilah akhirnya pada tanggal 2 oktober 2009 badan PBB menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Notabendawi ( Master pieces of the oral and Intangible Heritage of Humanity ).
" Tanggal 2 Oktober 2009 UNESCO mengakui batik sebagai warisan dunia, ini hal yang harus disyukuri " ujar Prayogo kurator dari Museum Batik Yogyakarta saat dihubungi ROL, Selasa (2/10). Bahkan menurut wikipedia,  UNESCO menetapkannya sebagai hari batik sedunia.

Oleh karena itu sebagai warga Indonesia kita harus melestarikan budaya bangsa kita sendiri, jangan sampai dimakan oleh waktu dan perkembangan zaman atau bahkan sampai diambil alih negara tetangga. Kita masih bisa tetap modis dengan budaya lokal, khas Indonesia gaya paris.
Bukan cuma batik, tapi budaya lainnya juga perlu kita lestarikan seperti Songket Palembang, Tapis dari Lampung dan tenunan-tenunan daerah lainnya.

Indonesia memiliki banyak karya namun terkadang kita lebih suka melihat "Rumput tetangga".
Padahal Bangsa yang besar adalah Bangsa yang bisa menghargai Bangsanya sendiri.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar